Koper atau backpack untuk traveling, mana yang lebih cocok?
Aku pernah ada di fase bingung memilih antara koper atau backpack sebelum berangkat liburan. Setelah banyak riset dan mempertimbangkan berbagai tips memilih tas travel, akhirnya aku memutuskan pakai backpack.
Dan setelah hampir 2 tahun traveling keliling Asia dan Eropa dengan gaya nomad life, aku selalu setia dengan backpack.
Di artikel ini, aku akan membahas perbandingan koper atau backpack untuk traveling, lengkap dengan kelebihan, kekurangan, dan tips memilih yang paling sesuai dengan gaya liburan kamu.

Koper atau Backpack: Apa Bedanya untuk Traveling?
Sebelum menentukan pilihan, penting banget untuk tahu perbedaan koper dan backpack untuk traveling. Keduanya punya fungsi yang sama – membawa barang – tapi pengalaman yang kamu rasakan selama perjalanan bisa sangat berbeda.
Koper untuk Traveling
Koper biasanya jadi pilihan favorit untuk liburan singkat atau perjalanan yang lebih santai. Dengan roda dan pegangan tarik, koper terasa praktis saat kamu hanya perlu berjalan di bandara, hotel, atau jalanan yang rata.
Kelebihan koper:
- Barang lebih rapi dan terorganisir
- Cocok untuk membawa pakaian lebih banyak
- Lebih aman untuk barang fragile seperti skincare atau elektronik
- Ideal untuk liburan keluarga atau business trip
Tapi koper bisa jadi tantangan kalau:
- Harus naik turun tangga tanpa lift
- Melewati jalan berbatu atau tidak rata (seperti banyak kota tua di Eropa)
- Sering pindah kota dengan transportasi umum
Backpack untuk Traveling
Backpack lebih identik dengan gaya backpacking atau long trip. Tas ini dipakai di punggung, jadi tangan tetap bebas dan mobilitas lebih fleksibel.
Kelebihan backpack:
- Lebih fleksibel untuk berpindah tempat
- Cocok untuk travel jauh dan sering ganti kota
- Lebih praktis naik bus, kereta, atau metro
- Bisa lebih hemat biaya bagasi jika ukurannya cabin size
Tapi backpack juga punya kekurangan:
- Beban ada di punggung, jadi harus pintar atur berat
- Butuh teknik packing yang rapi supaya barang mudah dicari


Kenapa Aku Memilih Backpack Selama 2 Tahun Traveling
Kalau cuma liburan 5–7 hari, mungkin aku nggak akan terlalu pusing pilih koper atau backpack. Tapi ceritanya beda ketika aku memutuskan traveling jangka panjang dan menjalani nomad life hampir 2 tahun di Asia dan Eropa.
Aku pindah kota. Naik kereta. Ganti hostel. Naik bus pagi buta. Jalan kaki cari Airbnb sambil Google Maps-an.
Dan di situ aku sadar: mobilitas adalah segalanya.
1. Lebih Fleksibel Saat Pindah Kota
Selama traveling, aku sering banget naik transportasi umum. Dari kereta regional sampai metro bawah tanah yang nggak semuanya punya lift atau eskalator.
Kalau pakai koper besar? Artinya aku harus angkat sendiri di tangga.
Dengan backpack, aku tinggal pakai di punggung dan jalan. Tangan tetap bebas pegang HP, tiket, atau kopi pagi. Untuk tipe traveling yang sering pindah-pindah kota, backpack jauh lebih praktis dibanding koper.
2. Jalanan Tidak Selalu Ramah Koper
Banyak kota tua di Eropa punya jalan berbatu (cobblestone) yang cantik tapi tidak bersahabat dengan roda koper.
Bayangkan kamu harus tarik koper 20 menit di jalan berbatu sambil kedinginan. Been there? Aku hampir mengalaminya dan bersyukur aku selalu pilih backpack.
Kalau kamu berencana travel jauh dan eksplor banyak kota, ini penting banget dipertimbangkan.


3. Lebih Hemat dan Praktis di Bandara
Karena aku memilih backpack dengan ukuran cabin size, aku sering tidak perlu check-in bagasi.
Artinya:
- Hemat biaya bagasi pesawat
- Tidak perlu tunggu bagasi keluar
- Bisa langsung keluar bandara dan lanjut eksplor
Untuk long-term travel, efisiensi seperti ini terasa banget manfaatnya.
4. Backpack Memaksaku Hidup Lebih Minimalis
Ini yang paling mengubah mindset-ku.
Karena kapasitas terbatas, aku belajar:
- Bawa pakaian yang bisa mix and match
- Pilih bahan cepat kering
- Tidak overpacking
- Fokus ke barang yang benar-benar dibutuhkan


Ada satu ajaran Buddha yang mengatakan bahwa attachment adalah akar dari penderitaan. Waktu hidup dari satu backpack, aku mulai benar-benar merasakannya. Semakin sedikit aku melekat pada barang, semakin ringan rasanya perjalanan ini bukan cuma di punggung, tapi juga di hati.
Setelah hampir 2 tahun traveling, aku sadar bahwa pilihan koper atau backpack itu bukan cuma soal tas. Tapi soal gaya traveling.
Kalau kamu suka fleksibilitas, spontanitas, dan sering berpindah tempat, backpack bisa jadi pilihan terbaik.
Kapan Sebaiknya Memilih Koper untuk Traveling?
Walaupun aku pribadi lebih memilih backpack untuk travel jauh, bukan berarti koper tidak punya tempat. Dalam kondisi tertentu, koper justru bisa jadi pilihan terbaik untuk traveling.
Berikut situasi di mana koper lebih unggul dibanding backpack:
1. Liburan Singkat dan Tidak Banyak Pindah Tempat
Kalau kamu hanya traveling 3–5 hari dan menginap di satu hotel saja, koper jauh lebih nyaman. Kamu tidak perlu mengangkat beban di punggung, dan bisa dengan mudah mengatur pakaian di dalamnya.
Untuk tipe liburan santai seperti staycation luar negeri atau trip keluarga, koper seringkali lebih praktis.
2. Membawa Banyak Barang atau Outfit
Kalau kamu tipe yang suka foto OOTD, membawa sepatu berbeda untuk setiap occasion, atau traveling ke negara 4 musim yang butuh jaket tebal, koper memberikan ruang ekstra yang sulit didapat dari backpack.
Koper hardcase juga lebih aman untuk membawa barang fragile seperti skincare, hair tools, atau oleh-oleh.


3. Business Trip atau Acara Formal
Untuk perjalanan kerja, conference, atau acara formal, koper terlihat lebih rapi dan profesional. Kamu juga bisa membawa pakaian formal tanpa terlalu kusut.
Dalam konteks ini, koper memang lebih unggul dari segi struktur dan kerapian.
4. Tidak Banyak Menggunakan Transportasi Umum
Kalau perjalananmu lebih banyak:
- Dijemput mobil
- Naik taksi
- Menginap di hotel dengan lift
- Tidak perlu jalan jauh
Maka koper tidak akan terasa merepotkan.
Jadi, memilih koper atau backpack untuk traveling sebenarnya sangat tergantung pada:
- Durasi perjalanan
- Gaya traveling
- Jumlah barang
- Frekuensi pindah kota
- Budget bagasi
Di bagian berikutnya, aku akan share tips memilih antara koper atau backpack supaya kamu tidak salah beli dan menyesal di tengah perjalanan.
Tips Memilih Koper atau Backpack untuk Traveling
Supaya tidak salah pilih, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pertimbangkan sebelum membeli koper atau backpack untuk traveling. Jangan cuma tergoda diskon atau modelnya lucu ya.
1. Tentukan Durasi dan Jenis Perjalanan
Ini paling penting.
- Liburan 3–5 hari di satu kota? Koper kabin sudah cukup.
- Travel jauh dan sering pindah kota? Backpack lebih fleksibel.
- Long trip lebih dari 2 minggu? Pertimbangkan mobilitas dan berat bawaan.
Semakin sering kamu berpindah tempat, semakin penting faktor kepraktisan.
2. Perhatikan Berat dan Ukuran
Baik koper maupun backpack punya batas berat, apalagi kalau kamu ingin masuk kabin pesawat.
Untuk backpack traveling, idealnya:
- 30–40L untuk trip singkat
- 40–50L untuk long travel
Untuk koper:
- Cabin size (20 inch) cocok untuk short trip
- 24–28 inch untuk perjalanan lebih lama
Jangan lupa, koper itu berat kosongnya juga sudah lumayan. Sedangkan backpack biasanya lebih ringan.

3. Sesuaikan dengan Gaya Traveling Kamu
Coba jujur tanya ke diri sendiri:
- Kamu tipe yang suka spontan dan fleksibel?
- Atau lebih suka itinerary rapi dan hotel nyaman?
- Sering naik transportasi umum?
- Atau mostly pakai taksi dan mobil pribadi?
Pilihan koper atau backpack harus mengikuti gaya traveling kamu, bukan ikut-ikutan tren.
4. Prioritaskan Kenyamanan, Bukan Estetika
Backpack harus punya:
- Bantalan punggung yang empuk
- Sabuk pinggang (hip belt)
- Strap yang adjustable
Koper harus punya:
- Roda 360 derajat yang smooth
- Handle kuat
- Material tahan banting
Travel jauh itu melelahkan. Percayalah, kenyamanan jauh lebih penting daripada warna yang Instagramable.
5. Jangan Overpacking
Ini kesalahan paling umum.
Mau pakai koper atau backpack, kalau isinya berlebihan tetap saja berat dan menyulitkan. Rule yang selalu aku pakai: Kalau ragu, jangan dibawa. Karena hampir semua bisa dibeli di negara tujuan.
Sekarang setelah tahu plus minus dan tips memilihnya, pertanyaannya tinggal satu: Jadi, koper atau backpack untuk traveling kamu berikutnya? Di bagian terakhir ini, aku akan rangkum semuanya supaya kamu bisa ambil keputusan dengan lebih yakin.

Kesimpulan
Jadi, koper atau backpack untuk traveling?
Jawabannya sebenarnya sederhana: tidak ada yang paling benar, yang ada adalah yang paling sesuai dengan gaya perjalananmu.
Kalau kamu:
- Liburan singkat
- Menginap di satu tempat
- Membawa banyak barang
- Ingin semuanya lebih rapi dan terstruktur
Maka koper bisa jadi pilihan terbaik.
Tapi kalau kamu:
- Sering pindah kota
- Naik transportasi umum
- Traveling jangka panjang
- Ingin lebih fleksibel dan hemat bagasi
Backpack mungkin akan terasa jauh lebih praktis.
Dari pengalamanku hampir 2 tahun traveling keliling Asia dan Eropa, memilih backpack membuat perjalananku lebih ringan, secara fisik dan mental. Aku bisa bergerak lebih bebas, lebih spontan, dan tidak terlalu terbebani barang bawaan.
Pada akhirnya, memilih koper atau backpack bukan cuma soal tas. Tapi soal bagaimana kamu ingin menjalani perjalanan itu sendiri. Karena traveling bukan tentang seberapa banyak yang kita bawa, tapi seberapa banyak yang kita nikmati. Kalau kamu sendiri, tim koper atau tim backpack? Leave a comment ya.







